menu

Petani Magelang Keluhkan Fluktuasi Harga Cabai

Nasional
Senin, 31 Juli 2017, 10:16 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba


<p><p>Petani Magelang Keluhkan Fluktuasi Harga Cabai</p><br></p>

Buruh tani memilah cabai merah besar kondisi baik sebelum dikemas ke dalam karung usai dipanen di area pertanian (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

SEMARANG, Sejumlah petani di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengeluhkan fluktuasi harga cabai yang terjadi sejak bulan Ramadhan hingga saat ini.

"Mulai minggu kedua bulan puasa, harga cabai rawit di tingkat petani di level Rp10.000/kg, sedangkan merah keriting Rp4.000/kg," kata pendamping petani cabai Kabupaten Magelang Tunov Mondro Atmodjo di Semarang, Senin (31/7).

Selanjutnya, pada awal bulan Juli cabai rawit mengalami kenaikan harga menjadi Rp30.000/kg dan merah keriting menjadi Rp16.000/kg.

Pada minggu lalu, dikatakannya, harga cabai rawit turun menjadi Rp20.000-25.000/kg dan merah keriting menjadi Rp13.000-14.000/kg.

"Dan tadi malam turun lagi untuk cabai rawit jadi Rp16.000/kg, sedangkan cabai merah keriting di harga Rp12.000/kg," katanya.

Ia mengatakan fluktuasi harga tersebut tidak dapat diprediksi dari awal sehingga petani sering kesulitan menjual hasil panennya, seperti halnya yang terjadi tadi malam.

"Padahal kalau dilihat dari hasil panennya dari sejak bulan Ramadhan sangat stabil. Untuk di Magelang rata-rata panen 30 ton/hari," katanya.

Ia mengatakan jika harga cabai merah keriting di bawah Rp15.000/kg maka petani akan mengalami kerugian karena harga jual hasil panen tersebut tidak sebanding dengan harga bibit dan ongkos pemeliharaan.

"Tetapi kalau untuk cabai rawit merah selama hasil panen masih seperti ini dan harga di kisaran Rp15.000-17.000/kg maka sudah balik modal," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu kesulitan petani tersebut.

"Saya sudah langsung berkomunikasi dengan gubernur, pada saat itu salah satu solusinya adalah petani menjual melalui 'online'. Harapannya ke depan penjualan dengan sistem tersebut bisa segera terealisasi," katanya.[]

Sumber: Antara

Editor. Sunardi Panjaitan

Petani Magelang Cabai

 

 

Baca Juga