menu
Perda Zat Adiktf Lainyya

DPRD Kalsel Perjuangkan Perda Zat Adiktif Lainnya 

Nasional
Selasa, 22 Agustus 2017, 09:23 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba


<p><p>DPRD Kalsel Perjuangkan Perda Zat Adiktif Lainnya </p><br></p>

Ilustrasi (Foto: radarriaunet.com)

BANJARMASIN, DPRD Kalimantan Selatan akan terus berupaya memperjuangkan pembentukan peraturan daerah atau Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalimantan Selatan H Syahdillah, sebelum rapat paripurna lembaga legislatif tingkat provinsi itu, di Banjarmasin, Selasa (22/8), menyatakan Kementerian Dalam Negeri RI menyarankan membatalkan Raperda tentang Perubahan Perda 16 Tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Kalsel.

"Menurut Kemendagri mengenai narkotika dan obat-obat berbahaya sudah ada peraturan perundang-undangannya, sehingga tidak perlu lagi perda, sebab dikhawatirkan bisa bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi," katanya pula.

Politisi Partai Gerindra itu mengemukakan alasan DPRD Kalsel terus memperjuangkan pembentukan Perda mengenai Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya itu, karena UU Narkoba belum mengadopsi persoalan tersebut.

Dia memberi contoh pengaturan penyalahgunaan zenith atau sejenis obat carnofin lainnya, serta penyalahgunaan lem fox yang belakangan banyak dilakukan remaja dan anak-anak di provinsi dengan 13 kabupaten/provinsi ini.

"Kalau tidak ada pengaturan dan penindakan secara tegas, mau dikemanakan generasi bangsa kita. Apakah mau dibiarkan rusak generasi bangsa kita mendatang," ujar mantan Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu pula.

Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Perubahan Perda 16/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya di DPRD Kalsel belum putus asa dan mau mengkonsultasikan kembali ke Kemendagri.

"Jika masalah narkoba sudah ada UU-nya, tetapi minimal ada Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Zat Adiktif lainnya yang dapat merusak generasi bangsa," demikian Syahdillah.

Raperda tentang Perubahan Perda 16/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya itu merupakan inisiatif dewan atas usul Komisi I DPRD Kalsel.

Pembentukan Perda 16/2012 itu bertujuan antara lain untuk melindungai generasi bangsa di Kalsel dari kerusakan fisik dan kejiwaan, seperti gangguan mental dan moral karena penyalahgunaan dengan mengkonsumsi obat-obatan atau zat adiktif lainnya.[]

Sumber: Antara

Editor. Sunardi Panjaitan

DPRD Banjarmasin Kalsel

 

 

Baca Juga