menu

Bamsoet Apresiasi Kebijakan Pemerintah Manfaatkan Rawa Jadi Lahan Pertanian

Nasional
Jumat, 19 Oktober 2018, 13:20 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba


Bamsoet Apresiasi Kebijakan Pemerintah Manfaatkan Rawa Jadi Lahan Pertanian

Ketua DPR Bambang Soesatyo (tengah) memberikan paparan mengenai elektabilitas dua pasangan capres-cawapres dan peta elektoral Pemilu Legislatif 2019 saat rilis survei Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Rabu (26/9). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

SOKSINEWS.COM, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi berbagai kebijakan inovasi yang telah dilakukan pemerintah di sektor pertanian yaitu dengan memanfaatkan lahan rawa dan pasang surut menjadi lahan pertanian produktif.

"Ini membuktikan kehadiran negara yang secara sistematis mengakui, menghormati, dan memenuhi hak atas pangan warganya," kata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (19/10).

Menurut dia, pemerintahan Presiden Jokowi pada saat ini sudah mulai mengalihkan pendekatan dari aspek ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan bahwa persoalan pangan tidak bisa disepelekan apalagi mengingat besarnya pertumbuhan populasi Republik Indonesia.

Politisi Partai Golkar ini memaparkan adanya sejumlah faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan nasional, antara lain kendala lahan pertanian yang kian berkurang karena kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, serta dampak perubahan iklim global yang ekstrim.

Bamsoet mengingatkan bahwa kondisi pertanian Indonesia didominasi petani kecil dengan kepemilikan lahan yang sangat kecil rata-rata hanya sekitar 0,5 hektar, sehingga mengakibatkan kesulitan terhadap akses permodalan, pasar, informasi dan teknologi.

Ia juga menyoroti permasalahan proporsi kehilangan hasil panen dan pemborosan masih cukup tinggi sekitar 10-20 persen, serta masih adanya ketidakseimbangan produksi pangan antarwilayah.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemanfaatan lahan rawa untuk pangan merupakan terobosan baru sebagai solusi paceklik pangan yang biasa terjadi pada bulan November, Desember dan Januari.[]

Editor. Sunardi Panjaitan

Ketua DPRBambang SoesatyoRawaPertanian

 

 

Baca Juga