menu
SOSIALISASI 4 Pilar

Misbakhun Ajak Relawan Perangi Hoak dan Ujaran Kebencian

Nasional
Jumat, 01 Februari 2019, 17:22 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba


Misbakhun Ajak Relawan Perangi Hoak dan Ujaran Kebencian

Anggota MPR RI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun dalam acara sosialisasi 4 pilar dengan tema "Hoax dan ujaran kebencian bukan cermin Prilaku ber Pancasila" yang diselenggarakan di Aula RM Nikmat Rasa, Pasuruan, Jumat (1/2).

SOKSINEWS.COM, Anggota MPR RI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun imbau ratusan relawan Misbakhun untuk memerangi hoak dan ujaran kebencian yang dapat memecah kerukunan di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi April mendatang.

Hal itu disampaikan Misbakhun dalam Sosialisasi 4 Pilar Bersama Tokoh Masyarakat di Aula RM Nikmat Rasa, Pasuruan, Jumat (1/2).

“Saya selaku anggota DPR RI harus melakukan sosialisasi 4 pilar. Kenapa? Karena Indonesia ini paling gampang dipecah belah,” ucap Misbakun.

Misbakhun menuturkan, dalam 4 (empat) pilar itu ada Undang-Undang, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Baginya, saat ini masih banyak upaya-upaya sejumlah pihak untuk membuat Indonesia lemah dan Islam di Indonesia bisa menjadi perekat bagi semua komponen. Karena, hampir 85% penduduk Indonesia adalah muslim.

“Artinya Indonesia adalah negara yang besar dan kuat, dan Islam di Indonesia bisa menjadi perekat. Kita tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang bisa menjaga toleransi,” katanya.

Dikatakannya, pada momen politik seperti ini akan menjadi ajang dalam menyebar fitnah. Hal itu bisa dilihat pada isu yang selalu direkatkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Menurut Anggota Badan Sosialisasi MPR RI itu, Jokowi seringkali dikatakan sebagai PKI dan tidak mendukung Ulama.

“Ini adalah anggapan tidak berdasar dan jelas semua terbantahkan. Pak Jokowi adalah sosok santri dan saat ini beliau dalam Pilpres 2019 juga berdampingan dengan K.H Ma’ruf Amin,” tuturnya.

Ia menegaskan, cara-cara politik dengan menyebar isu hoax adalah cara kotor yang digunakan lawan politik agar menurunkan elektabilitas Jokowi. 

“Kita tahu cara yang paling hebat untuk menjelekkan orang dalam posisi sebagai pemimpin adalah dengan menunjuk KTP. 
Zaman dulu, jika orang sudah ditempel PKI maka sandang, pangan, dan masa depannya itu suram,” terangnya.[]

Editor. Sunardi Panjaitan

Mukhamad MisbakhunGolkarHoakPemilu 2019Joko Widodo

 

 

Baca Juga