menu

Dituduh Perekam Video Penggal Kepala Presiden, Guru SDN Citamiang Ini Khawatir Jadi Sasaran Kemarahan

Nasional
Senin, 13 Mei 2019, 09:26 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba


Dituduh Perekam Video Penggal Kepala Presiden, Guru SDN Citamiang Ini Khawatir Jadi Sasaran Kemarahan

Guru SDN Citamiang 1 Kota Sukabumi Agnes Kusumahandari (tengah) yang dituduh oleh netizen sebagai perekam video pemuda yang mengancam Presiden RI Jokowi saat memberikan klarifikasi didampingi Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro (kiri) di Mapolres Sukabumi Kota, Jawa Barat. Foto: ANTARANEWS

SOKSINEWS.COM, Kasus ancaman pemenggalan kepala Presiden Joko Widodo yang viral di media sosial menyeret seorang guru SDN Citamiang 1 Kota Sukabumi Agnes Kusumahandari.

Guru SD tersebut mengaku sangat terkejut, karena pada hari yang sama ia berada di Sukabumi dan masih berbelanja di pasar modern Sukabumi.

"Saya terkejut foto saya menjadi viral dan dituduh sebagai wanita yang merekam ujaran ancaman yang dilakukan seorang pemuda saat unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Pusat di Jakarta. Karena saat kejadian atau pada Jumat (10/5) saya berada di Sukabumi untuk mengajar dan dibuktikan pada saat itu saya berbelanja di pasar modern Sukabumi dan struk pembayaran masih ada," kata Agnes di Sukabumi, Senin (13/5).

Menurut warga Perumahan Babakan Permai, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, wanita yang ada di video itu dipastikan bukan dirinya karena pada saat aksi unjuk rasa di Bawaslu Pusat, ia masuk sekolah seperti biasa untuk mengajar anak didiknya. Di hari yang sama atau Jumat, setelah pulang mengajar sekitar pukul 14.00 WIB ia melanjutkan berbelanja di salah satu pasar modern di Kota Sukabumi.

Sehingga, dirinya merasa tertekan dengan adanya bahwa di media sosial saat ini sedang ramai dibicarakan bahwa wanita yang merekam video pelaku berinisial HS dengan mengancam akan memenggal Presiden Jokowi merupakan dirinya.

Maka dari itu, antisipasi adanya kemarahan ditambah sudah viral dirinya secara sukarela datang ke Mapolres Sukabumi Kota untuk melakukan klarifikasi. Sebab jika tidak mengambil langkah cepat maka informasi hoaks tersebut akan terus menjadi viral di media sosial.

"Mudah-mudahan saya tidak menjadi sasaran kemarahan netizen setelah adanya klarifikasi ini secara langsung. Dan terkait kasus ini saya secara pribadi tidak akan melapor balik netizen yang telah mencemarkan nama dan harga diri," tambahnya.

Sebelumnya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan setelah adanya klarifikasi ini maka kasus tuduhan atau fitnah yang dilayangkan netizen kepada guru PNS di SDN Citamiang 1 dianggap sudah selesai. Meskipun demikian kasus ini tetap berlanjut dan sudah dalam tahapan penyidikan di Polda Metro Jaya dan anggota polisi pun masih mencari wanita yang merekam dan menyebarkan video ancaman itu.[] 
 

Editor. Sunardi Panjaitan

PresidenJoko WidodoAgnes Kusumahandari

 

 

Baca Juga