menu

Wali Kota Depok Bantu Selesaikan Kendala Pembangunan UIII

Nasional
Sabtu, 24 Agustus 2019, 14:18 WIB
Penulis. Abu


Wali Kota Depok Bantu Selesaikan Kendala Pembangunan UIII

Wali Kota Depok KH. Mohammad Idris

SOKSINEWS.COM, Wali Kota Depok KH. Mohammad Idris mengungkapkan komitmen dukungannya secara penuh pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok Jawa Barat dan segera menyelesaikan pembebasan lahan yang menghambat pembangunan kampus tersebut.

"Memang pembangunan UIII sedang sedikit ada masalah terkait pembebasan lahan dan orang yang menempati lahan. Kita akan bantu mempercepat penyelesaian," kata Idris di Depok, Sabtu.

Terkait adanya permintaan bantuan Wapres Jusuf Kalla pada Pemerintah Kota Depok, Idris menegaskan bahwa pihaknya juga siap membantu. Salah satu bentuk bantuannya adalah memberikan keringanan percepatan IMB, menciptakan suasana kenyamanan situasi di UIII.

Ia menegaskan mendukung kehadiran UIII yang berbeda dengan Perguruan Tinggi yang ada, yaitu yang fokus pada masalah keagamaan, teknologi, sistem pengajaran modern dan kapasitas nasional.

"Kalau ditanya targetnya yang pak JK tahun depan harus beroperasi. Ya harus sesuai dengan target dan ada timelinenya," kata Idris.

Idris juga mengungkapkan akan menyiapkan sarana penunjang mulai dari akses jalan menuju UIII yang juga akan dibangun Museum Rasulullah SAW.

Pernyataan Idris juga bagian dari jawaban atas kunjungan JK ke UIII beberapa waktu lalu bersama sejumlah Menteri yang meminta agar menyelesaikan dan mempercepat proses pembangunannanya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau proses pembangunan sejumlah fasilitas di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada Kamis (22/8). karta.

"Pengerjaan UIII cukup maju terkecuali kendala lahan yang harus diselesaikan karena tahun depan harus sudah mulai operasional. Soal lahan itu hubungannya dengan Wali Kota (Depok), segera terbitkan SK tentang penertibannya," kata Wapres.

Kendala pembebasan lahan tersebut tidak akan menghambat proses akademik perkuliahan yang akan dimulai 2020, mengingat penerimaan mahasiswa baru akan segera dibuka secara bertahap.

"Penerimaan pertama mungkin hanya 500 mahasiswa, bertahap, jadi tidak sekaligus selama ruang kuliah, asrama, ruang dosen sudah ada," ujarnya.[]

Editor. Abu

UIII Mohammad IdrisJusuf Kallaakademik

 

 

Baca Juga