menu

Transportasi Umum Di Kota Wajib Utamakan Keselamatan Penumpang

Nasional
Selasa, 17 September 2019, 15:43 WIB
Penulis. Abu


Transportasi Umum Di Kota Wajib Utamakan Keselamatan Penumpang

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (Kotim) Fadlian Noor

SOKSINEWS.COM, Seluruh pengelola transportasi umum di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang, terlebih saat asap pekat seperti sekarang.

"Keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang adalah harga mati. Jangan ambil risiko karena transportasi berkaitan dengan nyawa manusia," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (Kotim) Fadlian Noor usai memimpin peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Pelabuhan Sampit, Selasa, (17/09/19).

Upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 diikuti perwakilan instansi yang berkaitan dengan perhubungan, perusahaan pelayaran, Polri, TNI dan Pramuka. Ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang digelar sebelumnya seperti bersih pantai dan sungai, jalan santai, bakti sosial dan lainnya.

Upacara berlangsung di tengah kota Sampit yang masih disaput asap kebakaran lahan. Kualitas udara Sampit juga masih masuk kategori berbahaya meski indeks pencemarannya mulai menurun.

Fadlian mengatakan, asap pekat beberapa hari ini sudah menimbulkan dampak luas. Penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA meningkat, sekolah diliburkan dan aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit sudah sering dibatalkan karena asap pekat mengganggu jarak pandang. Namun Fadlian mendukung ketegasan sikap dalam hal transportasi di tengah asap yang melanda saat ini.

Pengelola transportasi umum harus mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Jika kondisi sedang tidak memungkinkan akibat pekatnya asap, maka jangan dipaksakan memberangkatkan pesawat atau kapal karena berisiko bagi keselamatan penumpang.

"Jangan dipaksakan. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang jauh lebih penting. Kami mengimbau semua jenis transportasi untuk lebih berhati-hati, terlebih musim asap seperti ini," kata Fadlian.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra mengatakan, asap pekat memang mengganggu jarak pandang di alur Sungai Mentaya. Secara kasat mata, kondisi itu memang bisa mengganggu bagi kapal atau perahu tradisional.

"Untuk kapal barang dan penumpang, sampai saat ini alhamdulillah tidak ada yang tertunda. Ketika asap sangat pekat, masih bisa menggunakan radar untuk navigasi. Mungkin untuk kapal atau perahu tradisional kecil yang mungkin rawan," kata Thomas.

Thomas mengimbau seluruh nakhoda dan motoris untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi asap pekat. Mengurangi kecepatan akan sangat membantu mencegah terjadinya kecelakaan akibat gangguan jarak pandang akibat asap pekat.

Sementara itu, usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat istisqa atau shalat minta hujan. Shalat dua rakaat yang juga dilaksanakan di Pelabuhan Sampit itu untuk meminta pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan sehingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut berakhir.[]

Editor. Abu

TNI ISPAKSOP

 

 

Baca Juga