menu
Kasus Dimas Kanjeng

TNI Yang Ikut Dimas Kanjeng, Kualitas Perwiranya Diragukan

Nasional
Kamis, 06 Oktober 2016, 16:29 WIB
Penulis. Melly Kartika


<p>TNI Yang Ikut Dimas Kanjeng, Kualitas Perwiranya Diragukan<br></p>

Dimas Kanjeng - Pemimpin Pedepokan Dimas Kanjeng (tersangka kasus penipuan) (Foto: kompas.com)

JAKARTA, Diduga ikut terlibat dalam pembunuhan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng, alm. Abdul Gani, salah satu oknum anggota TNI AU aktif kini diproses oleh aparat kepolisian.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi sesungguhnya "goyah" karena faktor ekonomi. 

"Ketika orang itu goyah dan mencari jalan solusi, kalau meminta sama Allah juga panjang. Lalu pinjam duit ke bank harus pake bon maka logika dan kepintaran kita tergerus dengan arus pendek dengan cara mendatangi Kanjeng," ujar TB ketika ditemui di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/10).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku dia sebenarnya percaya dengan hal-hal ghaib. Namun hal ghaib yang dia percaya masih dalam koridor agama yang dipercayainya.

"Saya pribadi percaya sama yang ghoib. Malaikat kan ghaib. Saya percaya. Tapi kalau manusia bisa cetak duit dari tangan keluar, saya minta dibuktikan deh," jawabnya ketus.

Kabarnya, ada beberapa perwira TNI yang mem-backing Padepokan Dimas Kanjeng. TB Hasanuddin mengaku mengetahui siapa saja petinggi TNI tersebut. Namun dia mengatakan kualitas perwira mereka diragukan. 

"Kalau ada perwira yang ikut, kualitas perwiranya diragukan," cibirnya.

"Mau jenderal, mau kopral, itu otaknya nggak dipakai. Saya tahu itu siapa saja. Otaknya nggak dipakai. Sampai ada letnan kolonel bahkan kolonel yang terlibat pembunuhan, darat laut udara, udah kayak operasi gabungan. Kesimpulannya ga ada yang untung uangnya tuh masuk ke Kanjeng semua," tukasnya.

Diketahui, Padepokan Dimas Kanjeng adalah padepokan yang diasuh oleh Taat Pribadi. Dimas Kanjeng adalah orang yang mengaku memiliki kemampuan menggandakan uang yang kini tengah ramai dibicarakan. Ia juga merupakan tersangka kasus pembunuhan yang kasusnya sedang ditelusuri oleh pihak kepolisian.[] 

TNI DimasKanjeng

 

 

Baca Juga