menu
Sektor Pertanian

Kementan Buktikan Komitmennya Dalam Regenerasi Pertanian

Nasional
Kamis, 03 November 2016, 03:28 WIB
Penulis. Selvia


<p>Kementan Buktikan Komitmennya Dalam Regenerasi Pertanian</p>

(Ilustrasi: Republika.co.id)

JAKARTA, Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangam SDM Pertanian (BPPSDMP) terus meningkatkan kapasitas lembaga pendidikan dan latihan maupun kompetensi Widyaiswara untuk mendukung Program Regenerasi Pertanian.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandel Hartopo di Jakarta, Rabu mengatakan keberhasilan penyelenggaraan diklat salah satunya ditentukan tenaga kediklatan yang kompeten, khususnya widyaiswara yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan kegiatan mendidik, mengajar dan melatih bagi paratur dan non aparatur pertanian, evaluasi dan pengembangan diklat pada Lembaga Diklat Pemerintah.

"Widyaiswara mempunyai peran yang penting untuk regenerasi pertanian. Widyaiswara harus mampu menciptakan metodologi pembelajaran secara mudah, agar generasi muda tertarik ke sektor pertanian," katanya.

Selain itu, tambahnya, widyaiswara harus dapat memberikan contoh nyata bahwa mereka dapat mengembangkan prfesionalismenya melalui kegiatan nyata usaha tani yang menguntungkan.

Menurut dia, hal itu dapat memberikan gambaran bagi generasi muda pertanian bahwa sektor pertanian telah bertransfomasi menjadi pertanian modern dan menguntungkan, sehingga dengan mudah membawa generasi muda yang awalnya tidak berminat menjadi tertarik berusaha di sektor pertanian.

Terkait hal itu Pusat Pelatihan Pertanian mengadakan Workshop Widyaiswara Pertanian di Bandung pada 25-27 Oktober 2016 lalu yang dimaksudkan sebagai upaya pengembangan profesionalisme Widyaiswara; pengembangan kelembagaan unttuk meningkatkan kompetensi Widyaiswara.

Selain itu menyusun strategi organisasi Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) Cabang Kementerian Pertanian dalam mengembangkan profesionalisme Widyaiswara Pertanian.

Teknologi informasi Sementara itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) juga mengembangkan media informasi berbasis Teknologi informasi yang dapat memberikan informasi dan data mengenai Kegiatan Pelatihan Pertanian.

Pusat Pelatihan Pertanian telah mengembangkan aplikasi atau alat bantu yang dapat mempercepat dan mempermudah pelaksaaan monitoring evalusi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) di lingkup Kementan, berupa program Elektronik Sistem Informasi Pelatihan Pertanian (E-SIPP).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, Lia Ratna Ernalia mengatakan, E-SIPP adalah salah satu alat batu dalam rangka memonitoring penyelenggaraan diklat dan dapat dipakai sebagai salah satu sarana untuk pengambilan keputusan tingkat pimpinan lembaga pelatihan secara cepat dan akurat.

"Pemanfaatan teknologi informasi sangat diperlukan keberadaannya dalam pengembangan diklat pertanian agar lebih efisien dan efektif dalam penyelenggaraan diklat," katanya.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi diharapkan informasi diklat lebih cepat, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan keterampilan teknologi informasi serta memperluas akses dan mengefisiensikan biaya diklat.[]


Copyright Antara

Pertanian

 

 

Baca Juga